PSSI Terapkan Konsep Kepelatihan Berjenjang
PSSI akan menerapkan konsep kepelatihan berjenjang untuk kelompok
usia muda pada kategori U-16, U-19 dan U-23. Konsep yang mengadopsi
kurikulum pembinaan Sepak bola Indonesia ini rencananya baru akan
dijalankan mulai bulan Januari mendatang yang diawali dari Timnas U-23
dan U-19.
“Luis Milla akan menjadi pelatih kepala usia muda dan perpanjangan
tangan konsep usia muda PSSI. Milla akan menjadi pelatih U-23, sedangkan
asisten pelatih U-23 akan menjadi pelatih kepala U-19. Adapun asisten
pelatih U-19, nantinya akan menjadi pelatih U-16,” kata Sekretaris
Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.
Menurut Tisha, saat ini yang baru bisa direalisasikan PSSI adalah
untuk Timnas kelompok umur 23 dan 19. Dengan demikian, Bima Sakti yang
saat ini menjadi asisten pelatih Luis Milla nantinya akan ditugaskan
menjadi pelatih kepala timnas U-19. “Dengan konsep ini diharapkan akan
terjadi komunikasi dan pembinaan yang baik di masa transisi dari Indra
Sjafri ke Bima Sakti. Indra sendiri akan membantu area football
development yang sebenarnya,” jelas Tisha.
Dalam kurikulum sepak bola Indonesia atau yang juga disebut
Filosofi Sepak bola Indonesia (Filanesia), seorang pelatih harus
memiliki kemampuan dalam perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan
evaluasi. Proses ini merupakan siklus yang terus terulang. Dengan konsep
kepelatihan yang berjenjang maka akan mempermudah prosesnya.
Maju mundurnya sepak bola Indonesia ditentukan oleh kualitas pemain
yang dihasilkan oleh pembinaan usia muda. Tinggi rendahnya kualitas
pemain sangat ditentukan oleh kualitas pelatih. Menurut Filanesia,
pelatih setidaknya memiliki tiga kompetensi inti. Pertama, kompetensi
wawasan sepak bola, kompetensi wawasan kepelatihan dan kompetensi
wawasan manajemen.
“Fokus Federasi kini lebih diarahkan kepada program usia muda
dengan mengadopsi kurikulum filosofi sepak bola Indonesia yang telah
diluncurkan bulan lalu. Lewat program pengembangan sepak bola, kami
menyiapkan mimpi besar tampil di Piala Dunia 2034. Untuk menuju ke sana,
seperti tertuang dalam peta jalan PSSI, kita harus tampil lebih dulu di
Olimpiade 2024 untuk mengukur pantas tidaknya kita bermain di Piala
Dunia,” ujar Tisha.
Sumber : http://pssi.org

Post a Comment